Home / BNSP

BNSP

BNSP

(Badan Nasional Sertifikasi Profesi)

Dasar Hukum Pendirian BNSP dan LSP :

  1. Undang-Undang N0. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pasal 18.
  2. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 61.
  3. Undang-Undang No. 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara tahun 1984 No. 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274).
  4. Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di bidang Pariwisata.
  5. Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2006 tentang Sistem Latihan Kerja Nasional.
  6. Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
  7. PerMenakertrans No. PER.22/MEN/IX/2009 tentang Penyelenggaraan Pemagangan Dalam Negeri.
  8. PerMenakertrans No. PER. 21/MEN/X/2007 tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
  9. PerMenakertrans No. PER-17/MEN/VI/2007 tentang Tatacara Perizinan dan Pendaftaran Lembaga Pelatihan Kerja.
  10. Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. KEP-96A/MEN/VI/2004 tentang Pedoman Penyiapan dan Akreditasi Lembaga Sertifikasi Profesi

BNSP merupakan badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil dan bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja.

Pembentukan BNSP merupakan bagian integral dari pengembangan paradigma baru dalam sistem penyiapan tenaga kerja yang berkualitas.

Sistem penyiapan tenaga kerja dalam format paradigma baru terdapat dua prinsip yang menjadi dasarnya, yaitu :

  • Pertama, penyiapan tenaga kerja didasarkan atas kebutuhan pengguna (demand driven); dan
  • Kedua, proses diklat sebagai wahana penyiapan tenaga kerja dilakukan dengan menggunakan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi (Competency Based Training / CBT).

Pengembangan sistem penyiapan tenaga kerja dengan paradigma baru ini dimulai pada awal tahun 2000 yang ditandai dengan ditandatanganinya Surat Kesepakatan Bersama (SKB) antara Menteri Tenaga Kerja, Menteri Pendidikan Nasional, Ketua Umum Kadin Indonesia.

BNSP melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang didukung oleh :

  • Pemerintah,
  • Asosiasi Industri,
  • Asosiasi Profesi,
  • Lembaga Diklat Profesi  dan
  • Masyarakat di bidang ketenagakerjaan

BNSP semakin berkembang  dalam meningkatkan pelaksanaan sertifikasi kompetensi tenaga kerja di masing-masing sektor, Hal ini memberikan dampak positif dengan meningkatnya daya saing dan produktivitas tenaga kerja.

Midiatama Academy adalah salahsatu TUK (Tempat Uji Kompetensi) yang berlisensi resmi dari Lembaga Sertifikasi Profesi LSK-ICCOSH yang dapat menyelenggarakan pelatihan sekaligus Uji Kompetensi untuk mendapatkan Sertifikat BNSP.

Mengapa sertifikasi kompetensi kerja diperlukan?

Sertifikasi kompetensi kerja adalah merupakan suatu pengakuan terhadap tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan, dengan demikian sertifikasi kompetensi memastikan bahwa tenaga kerja (pemegang setifikat) tersebut terjamin akan kredibilitasnya dalam melakukan suatu pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

Apa keuntungan sertifikasi kompetensi ?

A. Bagi Pencari Kerja yang mempunyai sertifikat kompetensi akan memberikan :

  1. Kredibilitas dan kepercayaan diri akan meningkat
  2. Mempunyai bukti bahwa kompetensi yang dimiliki telah diakui di dunia kerja
  3. Bertambahnya nilai jual dalam proses rekrutmen tenaga kerja
  4. Kesempatan berkarir yang lebih besar baik di Indonesia maupun di Luar Negeri
  5. Mempunyai parameter yang jelas akan adanya keahlian dan pengetahuan yang dimiliki

B. Bagi Karyawan di tempat kerja yang telah bersertifikat akan memberikan :

  1. Jenjang karir dan promosi yang lebih baik
  2. Meningkatkan akses untuk berkembang dalam profesinya
  3. Pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki
  4. Dapat bernegosiasi Pendapatan (Kenaikan Gaji)

C. Bagi Perusahaan / Tempat Kerja memberikan dampak positif yaitu :

  1. Produktivitas  meningkat
  2. Mengurangi kesalahan kerja
  3. Meminimalisir dan Mencegah terjadinya Kecelakaan Kerja & Penyakit Akibat Kerja
  4. Komitmen terhadap kualitas
  5. Memudahkan dalam penerimaan  karyawan
  6. Mempunyai karyawan yang berdaya saing, terampil  dan termotivasi

Saya mau daftar sekarang :

  1. Sertifikasi K3 Rumah Sakit BNSP
  2. Sertifikasi Ahli Muda K3 BNSP
  3. Sertifikasi Ahli K3 Migas BNSP
Top