Home / FAQ / Sertifikat BNSP

Sertifikat BNSP

Posted on

1. Ape keuntungan memiliki Sertifikat BNSP ?  

Jawab : 

A. Bagi Pencari Kerja yang mempunyai sertifikat kompetensi akan memberikan :

  1. Kredibilitas dan kepercayaan diri akan meningkat
  2. Mempunyai bukti bahwa kompetensi yang dimiliki telah diakui di dunia kerja
  3. Bertambahnya nilai jual dalam proses rekrutmen tenaga kerja
  4. Kesempatan berkarir yang lebih besar baik di Indonesia maupun di Luar Negeri
  5. Mempunyai parameter yang jelas akan adanya keahlian dan pengetahuan yang dimiliki

B. Bagi Karyawan di tempat kerja yang telah bersertifikat akan memberikan :

  1. Jenjang karir dan promosi yang lebih baik
  2. Meningkatkan akses untuk berkembang dalam profesinya
  3. Pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki
  4. Dapat bernegosiasi Pendapatan (Kenaikan Gaji)

C. Bagi Perusahaan / Tempat Kerja memberikan dampak positif yaitu :

  1. Produktivitas  meningkat
  2. Mengurangi kesalahan kerja
  3. Meminimalisir dan Mencegah terjadinya Kecelakaan Kerja & Penyakit Akibat Kerja
  4. Komitmen terhadap kualitas
  5. Memudahkan dalam penerimaan  karyawan
  6. Mempunyai karyawan yang berdaya saing, terampil  dan termotivasi

2. Siapakah BNSP & Kenapa Badan ini di bentuk ?

 Jawab : 

BNSP merupakan badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil dan bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja. Pembentukan BNSP merupakan bagian integral dari pengembangan paradigma baru dalam sistem penyiapan tenaga kerja yang berkualitas.

Sistem penyiapan tenaga kerja dalam format paradigma baru terdapat dua prinsip yang menjadi dasarnya, yaitu :

  • Pertama, penyiapan tenaga kerja didasarkan atas kebutuhan pengguna (demand driven); dan
  • Kedua, proses diklat sebagai wahana penyiapan tenaga kerja dilakukan dengan menggunakan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi (Competency Based Training / CBT).

3. Apa Landasan Hukum berdirinya BNSP ?

Jawab : 

Dasar Hukum Pendirian BNSP  :

  1. Undang-Undang N0. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pasal 18.
  2. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 61.
  3. Undang-Undang No. 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara tahun 1984 No. 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274).
  4. Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di bidang Pariwisata.
  5. Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2006 tentang Sistem Latihan Kerja Nasional.
  6. Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
  7. PerMenakertrans No. PER.22/MEN/IX/2009 tentang Penyelenggaraan Pemagangan Dalam Negeri.
  8. PerMenakertrans No. PER. 21/MEN/X/2007 tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
  9. PerMenakertrans No. PER-17/MEN/VI/2007 tentang Tatacara Perizinan dan Pendaftaran Lembaga Pelatihan Kerja.
  10. Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. KEP-96A/MEN/VI/2004 tentang Pedoman Penyiapan dan Akreditasi Lembaga Sertifikasi Profesi

4. Bagaimana Proses Sertifikasi BNSP ?

Jawab : 

Penerbitan Sertifikat BNSP dikeluarkan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang telah mendapatkan Lisensi oleh BNSP, LSP menetapkan TUK (Tempat Uji Kompetensi) sebagai sarana tempat Uji bagi Peserta Asesmen Kompetensi (Asesi).

Yang dimaksud dengan TUK yaitu Tempat kerja atau suatu organisasi yang membuat simulasi tempat kerja yang memenuhi persyaratan tempat kerja yang baik (good practice), sebagai tempat untuk melaksanakan asesmen kompetensi sesuai dengan materi dan metoda asesmen kompetensi yang akan dilaksanakan.

Asesi yang telah dinyatakan LULUS oleh Asesor pada saat Proses Assesment dapat dinyatakan berkompeten untuk Skema SKNNI yang telah dipilihnya. Pedoman penerbitan Sertifikat BNSP ini dapat dibaca disini.

5. Persyaratan apa saja yang harus saya persiapkan untuk Asesmen ?

Jawab : 

Untuk dapat mengikuti proses asesmen di TUK (Tempat Uji Kompetensi), Asesi (Peserta Asesmen Kompetensi) harus tahu terlebih dahulu Skema apa yg akan di ambil untuk keperluan Sertifikasi. Sebagai contoh di TUK Midiatama Academy untuk saat ini (S.d Desember 2017) hanya melayani Skema Sertifikasi BNSP sebagai berikut :

  • Ahli K3 Muda
  • Operator K3 Migas
  • Auditor SMK3
  • Hazops
  • Investigasi Insiden
  • Petugas P3K
  • Industrial Higiene Muda
  • Petugas K3 Kesehatan (K3RS)
  • Pengawas SMK3 Kontraktor (CSMS)
  • Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S
  • Petugas K3 Laboratorium (Pemeriksa Kesehatan Kerja)

Persyaratan secara umum untuk mengikuti proses asesmen dengan Skema di atas yaitu :

  • Asesi telah mengisi Formulir APL-01 yang berisikan asesmen mandiri terkait dengan kompetensi yang dimiliki
  • Membawa bukti-bukti jika sudah kompeten dibidang tsb spt Sertifikat Pelatihan berbasis kompetensi (Competency Based Training / CBT), dan Sertifikat-sertifikat Pendukung lainnya
  • CV yang berisikan Tugas & Tanggungjawab di bagian tsb
  • Surat Pengalaman Bekerja dari perusahaan-perusahaan sebelumnya dan Surat Keterangan Bekerja dari perusahaan yang sekarang
  • Membawa bukti-bukti pelaksanaan kegiatan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi yang di ambil, sebagai contoh Untuk Kompetensi Ahli K3 Muda Wajib membawa bukti pembuatan HIRARC, JSA ataupun SOP terkait K3
  • Mengikuti proses asesmen yg disesuaikan dengan Skema Kompetensi yang di ambil seperti Test tertulis, Wawancara atau peragaan (unjuk kerja) 

Saya Ingin Daftar, Jadwal Pelatihan K3 Sertifikasi BNSP : Klik Disini

Top