Home / Article / đź‘»LUKA TERPARAH! Fraktur Terbuka (Open Fracture)

đź‘»LUKA TERPARAH! Fraktur Terbuka (Open Fracture)

Posted on

 

Pertolongan Pertama Pada Fraktur Terbuka (Open Fracture)

___

Ketika seseorang mengalami fraktur terbuka, penting bagi pelaku pertolongan pertama untuk menghentikan perdarahan dan infeksi di area cedera serta melakukan imobilisasi di area tersebut.

1. Hubungi Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Letakkan balutan steril di atas area cedera untuk melindungi luka terbuka terkontaminasi, menghentikan perdarahan, dan mengurangi infeksi.

Pembalutan tidak boleh terlalu kencang maupun longgar. Simpul balutan dianjurkan pada posisi yang datar dan tidak boleh di atas luka. Susun bantalan di samping tulang yang patah jika menonjol keluar dari kulit.

Pantau terus kondisi korban, terutama pernapasannya, karena mungkin korban bisa saja mengalami syok. Periksa sirkulasi ekstremitas lengan atau kaki yang cedera di luar perban setiap 10 menit.

2. Dalam keadaan yang lebih ekstrem─ jika Anda berada di daerah terpencil, di mana bantuan medis tiba sangat lama atau Anda terpaksa membawa korban sendiri ke dokter atau Rumah Sakit─ Anda mungkin perlu melakukan pembidaian belat (splint).

Tambahkan bantalan ekstra di sekitar tungkai dan lakukan pembidaian (dapat menggunakan payung yang dilipat, koran yang digulung, atau bahan seperti tongkat yang keras) pada persangkaan tulang yang patah.  Jangan membalut terlalu ketat. Usahakan gerakan apa pun seminimal mungkin.

Prinsip pembidaian:

  • Bidai hanya dapat dilakukan jika tidak mengakibatkan nyeri dan rasa tidak enak
  • Letak cedera ditemukan
  • Gunakan bidai meliputi sendi atas dan bawah patahan
  • Periksa sirkulasi sebelum dan sesudah pembidaian, serta pastikan aman
  • Dilakukan oleh orang yang kompeten dan telah mendapatkan pelatihan pertolongan pertama.

Penting!

  • Jika anggota tubuh mengalami dislokasi atau patah, jangan pernah mencoba untuk mengembalikan ke posisi semula karena dapat mengakibatkan cedera yang lebih berat. Petugas medis di rumah sakit akan menanganinya.
  • Memindahkan atau mengangkut korban patah tulang tidak direkomendasikan kecuali Anda telah mendapatkan pelatihan pertolongan pertama.
  • Jika korban terlihat normal dan hanya memar, coba cari tahu penyebab cedera (misalnya kejatuhan atau tertimpa sesuatu) untuk dapat mengetahui apakah ada tulang yang patah. Foto rontgen atau sinar X biasanya diperlukan untuk mendiagnosis patah tulang.

Hal terpenting ketika menangani korban patah tulang adalah hindari melakukan pertolongan lebih lanjut sebelum mengetahui dengan seksama lokasi dan kondisi patah tulang pada korban serta jika Anda merasa tidak memiliki kemampuan untuk memberikan bantuan darurat pada korban.

Jika korban sadar, jaga kondisinya agar tetap terjaga hingga bantuan medis tiba ke lokasi. Posisikan korban dalam keadaan nyaman dan coba tenangkan.

Semoga bermanfaat. Salam safety!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top
error: Content is protected !!
WhatsApp chat