Home / Article / ?Prinsip Menegur Dalam Inspeksi Keselamatan Kerja

?Prinsip Menegur Dalam Inspeksi Keselamatan Kerja

Posted on

Prinsip menegur dalam inspeksi keselamatan kerja – Dalam dunia kerja, pasti ada kesalahan yang sering dilakukan oleh para pekerja yang mengharuskan pihak ahli memberikan teguran demi memecahkan masalah tersebut. Dalam memberikan teguran tidaklah sembarangan, kecuali Anda menyampaikan atas nama pribadi. Karena harus berdasarkan prinsip menegur dalam inspeksi keselamatan kerja oleh mereka yang diberi tanggung jawab.

Jika dicontohkan Anda sebagai seorang profesional atau ahli dalam bidang safety K3 pasti sering berhadapan dengan pekerja yang mengalami keadaan tidak aman dari rekan kantor di tempat kita bekerja. Namun, perkara di sini adalah jika Anda masih baru dan akan segera menghadapi masalah semacam ini. Ternyata ada tips, cara, dan tata kerja yang sudah diatur sedemikian rupa dan harus Anda patuhi.

Prinsip Menegur Yang Harus DiperhatikanBerikut ini akan dipaparkan cara yang bisa Anda aplikasikan sebagai prinsip menegur dalam inspeksi keselamatan kerja:

1. Menyapa namanya terlebih dahulu
Daripada Anda langsung menegurnya dengan ucapan sapa dan tanya, lebih baik cari tahu dulu namanya agar nanti Anda bisa memanggil namanya. Nama merupakan lagu terindah bagi setiap orang yang menjadi karakter dan identitas dirinya. Buat ia merasa ketika Anda mengetahui namanya berarti ia menganggap Anda sudah mencari tahu tentang dirinya.

2. Hindari menyalahkan pekerja
Sebelum Anda langsung menegurnya, ada baiknya Anda menanyakan lebih jauh mengenai masalah apa yang dia alami dengan pekerja lain. Atau agar suasana bisa lebih tenang, ajak pekerja tersebut mengobrol lebih santai dan tidak sedang dalam keadaan bekerja.

Karena biasanya saat bekerja, emosi seseorang lebih meningkat. Karena posisi seorang profesional K3 bukanlah polisi atau hakim yang bebas menjatuhkan hukuman atas kesalahan. Pastikan Anda tidak membuat pekerja merasa tidak nyaman lagi bekerja di perusahaan tersebut.

3. Mengajukan pertanyaan yang tepat
Dalam membangun komunikasi, Anda  tidak dibolehkan untuk memberikan pernyataan dan pendapat sebelah pihak saja. Melainkan harus mendengarkan juga pernyataan pihak lawan bicara, salah satu caranya bisa dengan mengajukan pertanyaan agar jawaban pun lebih spesifik.

Untuk kasus budaya K3, coba Anda ajukan pertanyaan mengenai risiko yang terjadi akibat mengabaikan K3. Anda biarkan mereka menjawab sendiri sekaligus memberikan teguran halus kepada mereka. Jika reaksi yang diberikan tidak sesuai harapan, Anda boleh membiarkan pekerja tersebut mengakhiri obrolan pada hari itu. Berikan ia kesempatan jika memang kesalahan yang diperbuat tidak begitu besar.

4. Berikan fakta
Untuk membuat mereka tidak bisa mengelak, Anda bisa membawakan data seperti gambar, grafik, tabel, atau sekaligus video yang memang menggambarkan kecelakaan kerja yang terjadi karena tindakan tidak aman yang mereka lakukan. Karena ada sebagian orang yang merasa tersentuh dan sadar dengan hal semacam ini. Anda juga bisa mengaitkan masalah tersebut dengan keluarga mereka agar mereka juga bisa lebih memperhatikan tujuan akhir dari kerja.

5. Ingatkan tentang keluarga
Setiap orang bekerja mencari nafkah memiliki tujuan akhir yaitu untuk membiaya hidup keluarga dan ingin membahagiakan mereka. Maka, jika ada pekerja yang susah sekali untuk diberikan nasihat dan masukan coba untuk ingatkan mereka kepada keluarga di rumah.

Singgung masalah orang yang mereka cintai yang sedang mengharapkan untuk segara pulang dalam keadaan selamat. Dijamin hal ini akan sangat ampuh untuk mereka yang keras kepala dan kehabisan ide untuk membuat mereka menerapkan budaya K3.

Semoga Bermanfaat, Jangan lupa di share yaa..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top
error: Content is protected !!
WhatsApp chat