Home / Article / šŸ˜–Kenali BAHAYAnya !! Keselamatan Bekerja Sendirian (Lone Worker)

šŸ˜–Kenali BAHAYAnya !! Keselamatan Bekerja Sendirian (Lone Worker)

Posted on

Keselamatan Bekerja Sendirian (Lone Worker)


Pada dasarnya, setiap pengurus memiliki tanggung jawab untuk melindungi seluruh pekerja terlepas dari apakah mereka bekerja didampingi rekan kerja lain atau sendirianĀ (lone worker). Namun untukĀ lone worker, pengurus akan menghadapi tantangan besar terkait dengan bahaya dan pengendaliannya.

MenurutĀ Health and Safety Executive (HSE),Ā lone workerĀ adalah mereka yang bekerja sendirian tanpa pengawasan langsung atau dalam jarak yang dekat. Berikut beberapa profesi yang termasukĀ lone worker:

  • Sosial dan kesehatan, seperti perawat, dokter, pekerja sosial.
  • Pekerja rumahan, seperti penulis atau wiraswasta.
  • Transportasi dan logistik, seperti pengemudi, staf gudang, dan bongkar muat barang.
  • Konstruksi, seperti pekerja lapangan, manajer, surveyor, dan supervisor.
  • Pekerjaan di luar jam kerja. Orang yang bekerja di luar jam kerja, seperti petugas keamanan atau kebersihan.
  • Utilitas, orang yang bekerja di perusahaan air, gas, dan listrik, seperti petugas pembaca meteran, petugas pemeliharaan atau perbaikan.

Seseorang yang bekerja sendirian berpotensi mendapatkan risiko yang lebih berat daripada mereka yang bekerja didampingi rekan kerja lain. Contohnya dalam keadaan darurat,Ā lone workerĀ akan kesulitan dalam meminta pertolongan karena tidak ada yang mendengar atau melihat mereka secara langsung.

Fakta mengenaiĀ lone worker:

  • Berdasarkan data British Crime Survey, di Inggris, sebanyak 150 lone worker mendapatkan serangan setiap harinya. Korban serangan bervariasi dan terjadi di sejumlah industri serta berbagai posisi pekerjaan. Serangan ini meliputi serangan fisik dan verbal.
  • Berdasarkan data OSHA, di Amerika Serikat, antara tahun 2002 hingga 2012 sebanyak 18 pekerja galangan kapal tewas saat bekerja sendirian. Mengacu pada regulasi OSHA,  maka perusahaan yang bersangkutan memutuskan untuk lebih fokus pada masalah lone worker ini.
  • OSHA menyatakan pengurus harus melindungi lone worker di galangan kapal, yang sering kali berada di lokasi terpencil, untuk segera mendapatkan pertolongan jika terjadi kecelakaan atau keadaan darurat.
  • OSHA juga mewajibkan pengurus untuk mengawasi atau memeriksa lone worker secara berkala, baik satu kali inspeksi untuk tugas singkat atau beberapa kali inspeksi dalam sehari untuk penugasan yang lebih lama.

Semoga Bermanfaat, Jangan lupa di Share yaa..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top
error: Content is protected !!
WhatsApp chat